Senin, 27 Juli 2009

Mahasiswa Unikom Juara Kontes Robot Internasional

By Republika Newsroom

JAKARTA -- Tim Robot Indonesia dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di Bandung berhasil meraih juara pertama dan memperoleh medali emas dalam 'International Robogames' yang diselenggarakan di San Francisco, Ameriksa Serikat (AS), Ahad (14/6). Tim Indonesia berhasil menyingkirkan lawan-lawan dari negara maju seperti Inggris dan AS.

“Kemenangan Indonesia diperoleh melalui penampilan Robot DU-114 yang meraih waktu tercepat dalam mencari sumber api dan memadamkannya dengan semprotan air secara otomatis. Api diperagakan dengan menggunakan lilin,” ujar Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Dikti Depdiknas, Suryo Hapsoro Tri Utomo saat menjembut
kedatangan Tim Robot Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Kamis (18/6).

Menurut Suryo, kemenangan ini patut dibanggakan mengingat Tim Robot Indonesia baru pertama kali bertanding di luar negeri. Tim ini sebelumnya telah menjuarai Kompetisi Robot Cerdas Indonesia (KRCI) tingkat regional (Jawa-Barat, DKI Jakarta, dan Banten) dan tingkat nasional di Indonesia selama tahun 2007-2008.

Nama robot DU-114 diambil dari singkatan alamat kampus Unikom di Bandung (Jl Dipati Ukur No 114, Bandung). Robot tersebut hasil karya mahasiswa Unikom Rudi Hartono di bawah bimbingan Ketua Divisi Robotika Unikom Yusrila Yeka Kerlooza. Robot NEXT-116, karya mahasiswa Unikom lainnya, Stevanus Akbar, belum memperoleh medali. Meski demikian,
Robot NEXT-116 ini merupakan satu-satunya robot yang menggunakan delapan kaki sebagai alat gerak (walking robot) yang ikut bertanding dalam kategori Open Fire Fighting Autonomous Robot.

Suryo menambahkan, kemenangan tim robot dari Unikom ini bukan kebetulan. Ini karena sehari sebelumnya, Sabtu (13/6), tim Unikom juga menang pada kompetisi nasional Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) untuk kategori yang sama.


robot du-114

Kemana saya setelah lulus sma ?




Itulah yang saat ini mungkin sedang saya rasakan ( khususnya dan para pembaca umumnya ) . Pertanyaan tentang penentuan masa depan kelak . Tak ada lagi iming-iming gengsi, popularitas, maupun materi, karena ini adalah tentang penentuan "apa yang akan terjadi nanti" . Mungkin dari sekian banyak jalur untuk mencapai masa depan ialah dengan cara kuliah, kerja, dan wirausaha . Apa sih perbedaan mereka ? dan apa yang harus kita ambil kelak ?
1. Kuliah
Jalur kuliah mungkin jalur yang paling cocok untuk para lulusan sma/ma, karena para lulusan sma/ma tidak memiliki kreativitas untuk terjun langsung dalam dunia usaha maupun karir. Untuk yang memiliki prestasi akademik yang cemerlang selama sekolah atau materi yang melimpah mungkin tidak ambil pusing tentang jurusan yang akan dipilih. Tetapi, bagaimana dengan kita yang memiliki kemampuan akal yang sedang-sedang saja bahkan terkesan malas serta materi yang secukupnya saja ? berikut ini adalah tips-tipsnya. Pilih universitas atau perguruan tinggi yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan untuk dunia kerja. Bila yang memiliki materi yang biasa-biasa saja, jangan memaksakan untuk masuk kuliah dengan jurusan seni,sastra,budaya,dll . Dianjurkan untuk memilih masa kuliah 3 tahun atau D3. Pilihlah program seperti sistem komputer, teknik komputer, manajemen, sistem informatika dan banyak lagi yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia usaha pada saat ini.
2. Kerja
Mungkin pilihan ini cocok untuk para lulusan smk dan sekolah kejuruan . Karena sekolah tersebut memang menargetkan para lulusannya untuk siap bekerja dan terjun di dunia usaha. Tetapi alangkah baik nya jika masa-masa kerja ini hanya di tujukkan untuk menabung, bukan untuk tujuan akhir. Apa maksudnya ? Dilihat dari kenyataan dunia usaha Indonesia saat ini, yaitu dengan sistem kontrak, maka sangat disayang kan jika para pemuda kita selamanya hanya menjadi budak orang asing. Usahakan setelah hasil tabungan memadai, lanjutkan kuliah atau berwirausaha. Itu lebih baik dan akan menjamin masa depan yang lebih mandiri dan terpandang.
3. Wirausaha
sebenarnya jalur ini lebih baik prospek nya untuk para kalangan orang tua dan pebisnis lainnya. Mayoritas jalur ini dipilih dikarenakan kondisi materi dari orang tua maupun keluarga yang sangat sederhana. Jalur wirausaha bagi para lulusan sma/kejuruan tidak akan menolong untuk kelanjutan masa depannya. mungkin mereka lebih menentukan pada nasib yang akan menimpa mereka.

so, dari 3 langkah tersebut, saya yakin para pembaca lebih tahu mana yang lebih baik dan sesuai dengan pribadi pembaca sekalian. Terima kasih